SEMIOTIKA MENURUT PARA AHLI

SEMIOTIKA

Merupakan sebuah ilmu yang menjelaskan soal tanda dan petanda yang mengartikan akan sesuatu maksud dari sebuah gambar atau tanda yang ada di lingkungan sekitar yang ada, studi tentang keputusan, proses tanda, indikasi, penunjukkan, kemiripan, analogi dan simbolisme juga makna.

MENURUT PARA AHLI:

  1. C.S Pierce, mengemukakan teorinya dengan teori TRIANGLE, dimana yang tercakupi didalamnnya ialah tanda, object dan interpretant, lebih menekankan pada sebuah bentuk atau fisik, yang mampu di lihat panca indera manusia, sehingga mampu membuat seseorang mampu menginterpretasikan kepada makna dan maksud yang lain, ini menjelaskan bahwa bagaimana makna muncul dari sebuah tanda ketika tanda itu digunakan orang saat berkomunikasi.
  2. Ferdinand De Saussure, dalam teori ini Penanda dilihat sebagai bentuk/wujud fisik dapat dikenal melalui wujud karya arsitektur, kemudian makna muncul dan terungkap dari sebuah konsep, 
  3. berdasarkan teori ini berdasarkan akan relasi tanda dan petanda, kemudian teori ini berdasarkan konvensi yang ada pada setiap negara.
  4. Roland Barthes, menjelaskan dan meneruskan dari pendapat dan pemahaman Ferdinand, yang akhirnya merujuk pada interkasi secara teks para penggunanya terhadap pengalaman kultural. kemudian tetap pada posisi berdasarkan konvensi, gagasan Barthes menggunakan Denotasi dan Konotasi, yang membedakan dengan Ferdinand yaitu Signifier dan Signified.
  5. Baudrillard,  merupakan teori yang ia sebut simulasi, dimana segala peristiwa tidak memiliki awal ataupun asal-usul yang jelas, kemudian manusia hanya hidup dalam keadaan Hyper Realitas, dimana segala yang ada dihadapan mata merupakan tiruan dari tiruan, kemudian tiruan itu mampu lebih nyata ketimbang yang asli atau kenyataanya.
  6. J Derrida, mengemukakan pemikirannya dengan pendapat Dekonstruksi, ini sijabarkan olehnya bahwa sesuatu yang memiliki keterbatasan makna harus di rubah dan memiliki alternatif makna yang ada, membuat sesuatu yang awalanya merupakan pondasi makna, digeserkan sehingga mampu dirubah dan digantikan oleh makna baru.
  7. Umberto Eco, pemahaman umberto membuat sebuah paham semiotika lebih dinamis dibandingkan pemahaman Ferdinand, yaitu "kode-s", ia menjelaskan maksud tersebut mampu menjelaskan lebih dinamis. Tanpa kode, tanda-tanda suara atau grafis tidak memiliki arti apapun, dan dalam pengertian yang paling radikal tidak berfungsi secara linguistik. Kode-s bisa bersifat “denotatif” atau “konotatif”, namun tetap ssaja pemahaman Eco sama dengan Ferdinand.
  8. Ogden & Richard, merupakan teori semiotika trikotomi yang dikembangkan dari Teori Saussure dan Teori Barthes yang didalamnya terdapat perkembangan hubungan antara Petanda (signified) dengan Penanda (signifier) dimana Penanda kemudian dibagi menjadi dua yaitu Peranti (Actual Function/Object Properties) dan Penanda (signifier) itu sendiri. Petanda merupakan Konotasi dari Penanda, sedangkan Peranti merupakan Denotasi dari Penanda. Pada teori ini Petanda merupakan makna, konsep, gagasan, sedang Penanda merupakan gambaran yang menjelaskan peranti, penjelasan fisik obyek benda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran Hidup

Tokoh Inspiratif