Pembelajaran Hidup

Cerita Kehidupan

Assalammualaikum Warrahmatullahi Wabarakatu
Nama saya Indra Setya Himawan, saya seorang mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual Stikom Surabaya, saya sekarang berada pada semester tua, yaitu semester 6, saya merupakan anak pertama dari 4 bersaudara, saya datang dari keluarga yang sederhana dan biasa saja, pada kesempatan dan momen ini, saya ingin membagikan kisah hidup atau pengalaman hidup untuk mampu dijadikan pembelajaran dan diambil maknanya, karena pengalaman susah dicari maka saya membagikannya secara geratis.

Pengalaman-pengalaman saya ini mungkin akan membuat pandangan anda yang membaca, terasa lain terhadap saya, kemudian akan berpikir "apa benar seperti ini, apa iya, apa betul, masak sih, benarkah yang dia ceritakan dan lainnya" kemungkinan anda akan berpikir demikian. Baiklah langsung dimulai saja, akan saya buka dengan awal mula saya lahir, saya merupakan anak prematur, saya lahir sebelum masuk waktu kelahiran, kata ibu saya sekitar bulan ke tujuh atau delapan, tepatnya saya agak lupa, saya lahir dengan ukuran besar badan sebesar botol air mineral yang besar tau kalo tidak salah sebesar botol kecap bangau saat itu, karena ukuran saya yang amat kecil dan warna kulit saya yang kehijauan dengan ubun-ubun saya yang kembang kempis seperti ubur-ubur, ibu saya merasa ketakutan, takut saya jatuh, takut saya kenapa-napa, pokoknya serba takut, kemudian singkat cerita saya semakin tumbuh sehat dan berisi, semakin dewasa dan besar, saya tumbuh di keluarga yang amat sangat sederhana saat itu, saking sederhannya, kalo beras tinggal sedikit, nenek saya bakal membuat bersa yang ada menjadi bubur untuk dimakan sehari sekali, kalo beruntung dua kali sehari, saat itu penghasilan orang tua saya masih belom banyak, alhamdulillah masih sedikit, namun masih bisa makan. Orang tua saya sangat berusaha untuk kesahatan saya dan adik-adik saya, yang paling berusaha adalah ayah saya walau saya lebih sering memanggil beliau Bapak, terkadang selalu sedih jika mengingat masa saat saya kecil juga masa keluarga saya dulu dan kadang juga sekarang, dulu ada kejadian yang sanagat membuat ibu saya ketakutan dan selalu menangis saat saya masih balita, saat itu ayah saya bertugas untuk pembangunan jalan di sumba barat, saya dan keluarga besar dari ibuk saya merupaka orang sumba timur dan berada disana, saat ayah saya bertugas dalam pembangunan jalan, polisi dan tentara memberikan pengumuman agar para pekerja dan warga yang bekerja agar berlindung ke penginapan atau barak pekerja disana, saat itu telah terjadi kejadian perang suku terparah di sumba barat, benar benar kacau, ibu saya pergi ke tempat tekpon dan rumah tetangga yang ada telpon hanya untuk mengetahui kedaan suaminya, ayah saya, saat itu sangat mengecam suasana di daerah tersebut, sekitar beberapa hari kejadian itu berlangsung, sehingga ibu kota provinsi Nusa Teenggara Timur mengirimkan BRIMOB dan TNI tambahan untuk menyelsaikan maslah tersebut, tidak ada pemberitaan nasional yang memberitkan, setahu saya, yang disibukkan hanyalah GAM dan OPM, dikarenakan mengancam bangsa, padahal hal yang demikian itu juga mengancam nyawa penduduk bangsa yang lain, pada saat semua reda dan selesai perang suku, polisi dan tentara mengijinkan para pekerja untuk pulang, sepanjang perjalanan pulang kata ayah saya, jalanan itu baunya anyi darah, bukan lagi pandangan air hujan yang tergenang, namun darah manusia dan kepala juga bagian tubuh lainnya, berserakan di jalan.

Alhamdulillah semuanya sampai kepada masa sekarang dengan selamat dan bahagia, namun ada sedikit ketidak bahagiaan saat saya sekolah SD dulu di NTT, saya selalu di BULLY, di mintai uang, makanan saya dibuang, ditumpahkan, dipukul, banyak lah, dan akhirnya ayah saya menagajak pindah ke Madura, setelah pekerjaan di NTT selesai, beliau di tempatkan di Madura, di daerah Sampang, untuk mengurusi bendungan pada tahun 2005, dan beliau mengajak kami pindah ke Madura, tahun 2005 pertengahan, saya akhirnya SD di madura, masih juga di bully karena tubuh saya yang kecil, dalam hati saya selalu saya pendam amarah, tidak pernah saya tampilkan pada orang tua dan guru, saya bersikap tidak pernah mau fokus, karena mmenghayal, apa yang akan orang lain lakukan terhadap saya, dan saya akhirny pernah memukul anak yang satu bangku dengan saya, namun saya yang langsung disalahkan, mereka para guru tidak mencari tahu lebih dalam akan masalah yang terjadi, sehingga yang disalahkan saya, walau memang saya yang mukul, namun mereka tidak tanggap dengan apa yang terjadi terhadap anak yag di bully tiap harinya, hanya saat anak itu bertindak diluar kebiasaan yang mereka lihat maka anak itu salh, dan anak yang membully saya di sayang oleh guru dan sekan-akan dilindungi dan saya dicap nakal dan buruk dalam bersikap, kemudiasn setelah lulus SD saya menganggap kalau guru saja tidak bisa menolong saya dan saya takut bercerita ke orang tua saya, maka saya akhirnya membuat diri saya sekalian saja saya ditakuti sama orang lain, akhirnya saat SMP, saya benar-benar menjadi bajingan sekolahan, berkumpul dengan geng, ikut tauran, majakin uang, mukul oran lain, pokoknya dalam benak saya, saya harus ditakuti, namun alhamdulillahnya, saya tidak merokok ataupun minum yang haram, saya hanya menyukai memukul orang lain, jadi kalau brtengkar untuk dapetin duit, saya selalu ditaruh paling depan, bukan hanya itu saya suka ditakuti orang lain saat saya lewat depan mereka, membuat ada kepuasan batin dalam hati saya saat itu, akhirnya hal tersebut membuat saya harus tahan kelas di kelas 1 SMP untuk mengulangnya lagi, saya mengikutinya lagi dan berulah lagi, namun yang kedua saya lulus dan naik ke jenjang kelas selanjutnya, hal yang membuat saya jera dan berhenti ialah, saya babk belur saat kelas 2 SMP di hajar saat tawuran, mulut saya robek bersimbah darah dan dibawa ke UGD dekat SMP, orang tua saya sanagat marah besar, sangat, saapai ayah saya mengatakan, jika kamu tidak mau berubah, pergilah dari rumah, sejak saat itu saya berusaha berubah semampu saya, dengan sangat terpaksa saya meninggalkan teman-teman buruk saya saat itu, alhamdulillah semuanya saya tinggalkan pada akhirnya, saya beranjak ke kelas 3 SMP, kemudain lulus dan masuk SMA, saat di SMA semuanya berubah drastis 360 derajat dalam hidup saya, saat saya berteman dengan teman-teman yang mempu membimbing soal agama dan kehidupan, saya berusaha belajar agama dan membantu saya dalam belajar, dan akhirnya semua itu membawa saya pada agama yang baik dan ranking kelas, padahal selama saya sekolah dari SD saya selalu dianggap bodoh dan tidak pernah ranking, semuanya berubah saat di SMA, mulai dari ranking hingga menjadi peraih UN tertinggi di SMA saya, bukan hanya UN, saya mampu memenangkan lomba pembuatan game saat SMA di sebuah UNIVERSITAS di Madura, kemudan peserta lomba OSN dan lomba debat bahas inggris se Jatim di Sampang, menjadi seorang paskibraka, juga menjadi penerima beasiswa ke Amerika, namun yang beasiswa saya tolak karena ada hal tertentu.

Sekian pembelajaran dan pengalaman hidup yang saya alami dan miliki, semoga bisa memberikan anda sedikit pembelajaran hidup, sedikit nasehat, "carilah dan ketahuilah duri dari setiap jalan yang dilalui, maka akan penuh pelajaran hidupmu".

Sekian dan Assalammualaikum Warrahmatullahi Wabarakatu, Jazakumullah Khair.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tokoh Inspiratif